pancabakti-sungaibahar.desa.id – (Sabtu, 23/8/2025) Pemerintah Desa Panca Bakti melaksanakan puncak peringatan HUT RI ke-80 di lapangan sepakbola. Acara ini diikuti oleh masyarakat dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Pukul 15.20 Wib waktu sore, acara ditandai dengan lomba panjat pinang yang menjadi tradisi khas perayaan 17 Agustus. Sebanyak 3 (tiga) pohon pinang telah disiapkan panitia, seperti tahun-tahun sebelumnya ERwedding hadir dengan support melalui sumbangsih dan total hadiah yang diperebutkan senilai 6juta rupiah dari Pemerintah Desa featuring ERwedding. Dengan aturan dipanjat secara berkelompok oleh para peserta untuk meraih hadiah yang digantung di puncak, suasana semakin seru saat para peserta bekerja sama, jatuh bangun, namun tetap bersemangat hingga berhasil mencapai puncak pinang.
Sebelum panjat pinang dimulai Datuk Kades Panca Bakti Bapak Wareh Sukmajati, S.Pd lakukan gebrakan dengan memberikan susu kotak untuk anak-anak secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi emas. Tampak wajah ceria dari anak-anak yang menerima susu dari pemberian Datuk Kades, “Susu itu memang erat dengan anak-anak, bisa membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Melihat wajah ceria dari anak-anak ketika diberi susu saya sangat senang,” Ucap Datuk Wareh.
Pukul 20.40 Wib waktu malam, seni jathilan tampil memukau pada kegiatan pamungkas untuk mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan perayaan HUT RI ke-80 di Desa Panca Bakti. Seni jathilan dibawakan oleh Paguyuban Yekti Manunggal Budoyo dari Desa Bakti Mulya. Penonton ramai berbondong-bondong mendatangi lapangan sepakbola Desa Panca Bakti menyaksikan pertunjukan jathilan, juga dari Paguyuban lain yang jauh datang dari Jambi sebagai bentuk solidaritas. Perkembangan jaman menuntut untuk kita lebih kreatif, karenanya kreasi dan inovasi seolah diwajibkan apabila kita tetap bisa bertahan dalam sebuah jaman. Begitu pula pada pengembangan seni jathilan ini, agar tak begitu asing bagi anak-anak jaman sekarang yang telah menikmati jaman maju. "Diadakan pagelaran seni jathilan ini, untuk melestarikan budaya nasional Indonesia dan menghibur masyarakat Desa Panca Bakti serta ucapan terimakasih kepada kepada semua pihak atas support maupun sumbangsihnya," Datuk Wareh ketika memberikan sambutan.